MTsN 4 Cirebon Raih 1 Perak dan 10 Perunggu pada Final Olimpiade TOPAZ Jawa Barat 2026
Bekasi (KEMENAG)
Siswa-siswi MTs Negeri 4 Cirebon dalam ajang Final Olimpiade TOPAZ Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 menorehkan prestasi siswi yang diselenggarakan di Kampus Teratai Putih Global, Bekasi, Minggu (31/5/2026).
Kontingen MTsN 4 Cirebon berhasil meraih 1 medali perak dan 10 medali perunggu dari bidang Sains, Matematika, dan Bahasa Inggris.
Kepala MTsN 4 Cirebon, Ubaidillah, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian para siswa yang berhasil mengharumkan nama madrasah di tingkat provinsi.
"Alhamdulillahirabbil 'alamin, prestasi ini merupakan hasil kerja keras para siswa, guru pembimbing, serta dukungan penuh dari orang tua dan madrasah. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus belajar, berprestasi, dan mengembangkan potensi yang dimiliki," ujarnya.
Medali Perak bidang Sains diraih oleh Ahmad Wahyudin (VIII C). Sementara itu, enam medali perunggu bidang Sains diraih oleh Gisella Anastasya Putri Kayra (VIII B), Fadhil Aufar (VIII B), Anindita Belia Putri Sugandi (VIII C), Rizkia Aidha Putri (VIII H), Virlin Falisa (VIII A), dan Adinda Shafira (VIII I).
Pada bidang Matematika, medali perunggu diraih oleh Rohman Al Sura (VIII J) dan Alfath Dewantoro (VIII H). Adapun pada bidang Bahasa Inggris, medali perunggu diraih oleh Asy Syifa Ayunindiya (VII I) dan Raffasya Fahrezzi Riandra (VIII A).
Sementara itu, Pembimbing Bidang Sains, Tuti Ismawati, mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan serta semangat belajar yang tinggi dari para peserta.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dapat menghantarkan siswa-siswi MTsN 4 Cirebon meraih prestasi pada Final Olimpiade TOPAZ tingkat Provinsi Jawa Barat. Keberhasilan ini merupakan hasil dari pembinaan yang rutin, kerja keras siswa, serta dukungan dari orang tua dan madrasah," tuturnya.
Menurutnya, selain penguatan akademik, pembinaan mental juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi kompetisi.
"Anak-anak memiliki potensi yang besar. Dengan kesungguhan belajar, keberanian mencoba hal-hal baru, serta pembinaan yang tepat, mereka mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya," tambahnya.

Salah satu peraih Medali Perak bidang Sains, Ahmad Wahyudin (VIII C), mengaku bersyukur atas hasil yang berhasil diraihnya. Ia menilai capaian tersebut merupakan buah dari proses latihan dan perjuangan yang tidak mudah.
"Alhamdulillah, hasil ini sangat memuaskan karena sesuai dengan usaha yang telah saya lakukan selama masa persiapan. Banyak waktu yang digunakan untuk belajar dan berlatih, sehingga kerja keras tersebut akhirnya terbayarkan dengan raihan medali perak," ungkap Ahmad.
Ahmad juga membagikan kiat suksesnya dalam menghadapi kompetisi, yaitu disiplin berlatih, menjaga kesehatan, serta memperkuat ikhtiar melalui ibadah dan doa.
"Saya berusaha rutin mengerjakan latihan soal, menjaga kondisi fisik dan mental, serta terus belajar dari berbagai pengalaman. Namun yang paling penting adalah tidak meninggalkan shalat lima waktu dan selalu berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan serta kelancaran dalam mengerjakan soal-soal perlombaan," ujarnya.
Kontributor : Noni Intanningsih, Alpia Atorid
Fotografer : Pendamping Olimpiade
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
MTsN 4 Cirebon Raih Juara Mula 1 Mading Madya YRCC Vol. 3 Tingkat Jabar, Jateng, dan Banten
Weru (KEMENAG) Tim PMR MTsN 4 Cirebon berhasil meraih Juara Mula 1 Mading Madya tingkat Prov. Jabar, Jateng dan Banten dalam ajang Youth Red Cross Competition (YRCC) Vol. 3 yang disele
MTsN 4 Cirebon Gelar Rapat Dinas Penetapan Kelulusan Siswa Kelas IX Tahun Ajaran 2025/2026
Weru (KEMENAG) Menjelang kelulusan para siswa kelas IX Tahun Ajaran 2025/2026, MTs Negeri 4 Cirebon menggelar rapat dinas penetapan kelulusan, pada Jum'at (29/5/2026) di ruang guru. Ag
Pembahasan mengenai cinta lingkungan turut diperkuat melalui pengenalan lima prinsip Ekoteologi Islam, yakni Mizan, Larangan Fasad, Larangan Israf, Hima, dan Ihya'ul-Mawat sebagai dasar membangun budaya madrasah yang peduli terhadap kelestarian alam. Adap
Weru (KEMENAG) Pada pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027, Berdasarkan data sementara Sabtu (27/6/2026), sebanyak 214 dari 283 peserta didik kelas
349 Murid Baru MTs Negeri 4 Cirebon Ikuti MATAMUDA Tahun Pelajaran 2026/2027
Kab. Cirebon (KEMENAG) Sebanyak 349 murid baru MTs Negeri 4 Cirebon yang terbagi dalam 11 rombongan belajar (VII A sampai VII K) mengikuti rangkaian Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMU
Sedekah Minyak Jelantah MTsN 4 Cirebon melalui BAZNAS, Wujud Kepedulian terhadap Lingkungan
Kab. Cirebon (KEMENAG) MTs Negeri 4 Cirebon resmi meluncurkan Program Sedekah Minyak Jelantah bekerja sama dengan BAZNAS Kab. Cirebon pada Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini merupakan ben
Jumat Kliwon Penuh Berkah, Kepala MTsN 4 Cirebon Serahkan Santunan BAZNAS kepada 12 Siswa
Kab. Cirebon (KEMENAG) MTs Negeri 4 Cirebon kembali menggelar kegiatan rutin Jum'at Kliwon yang diisi dengan pembacaan Surah Yasin, tahlil, doa bersama, serta penyerahan santunan dari
Buka MATAMUDA 2026/2027, Kepala MTsN 4 Cirebon Ajak Murid Baru Ukir Prestasi dan Perkuat Akhlak
Kab. Cirebon (KEMENAG) MTsN 4 Cirebon resmi mengawali pelaksanaan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Pelajaran 2026/2027 melalui apel pembukaan di lapangan madrasah, Senin (1
MTsN 4 Cirebon Matangkan Pembagian Tugas, Siap Implementasikan KBC
Weru (KEMENAG) MTs Negeri 4 Cirebon menggelar Rapat Pembagian Tugas Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Sabtu (11/7/2026) di Ruang Guru MTsN 4 Cirebon. Kegiatan ini menjadi
Bangga, Siswa MTsN 4 Cirebon Lolos sebagai Peserta OSN Tingkat Provinsi Tahun 2026
Kab. Cirebon (KEMENAG) Salah satu peserta didik MTs Negeri 4 Cirebon, Ahmad Wahyudin dari kelas IX C, berhasil lolos sebagai Peserta Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSN-P) T
MTsN 4 Cirebon Matangkan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta melalui Workshop Guru
Kab. Cirebon (KEMENAG) MTs Negeri 4 Cirebon menggelar Workshop Persiapan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diikuti seluruh guru pada Selasa–Rabu (7&ndash
